Latar Belakang
Provinsi Aceh, dengan kekayaan sumber daya alamnya, memiliki potensi besar di sektor peternakan, khususnya sapi. Sapi Aceh dikenal memiliki keunggulan genetik adaptif, tahan terhadap kondisi iklim tropis, dan mampu bertahan di lingkungan yang menantang. Selain itu, provinsi ini juga kaya akan ternak lokal lainnya, seperti kambing, kerbau, dan unggas, yang secara turun-temurun menjadi bagian penting dari kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Namun, potensi ini belum sepenuhnya teroptimalkan. Masih banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari produktivitas yang rendah, tata laksana peternakan yang belum modern, hingga minimnya penelitian yang berfokus pada pengembangan genetik dan pakan lokal.
Menyadari urgensi ini, Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Aceh, mengambil peran strategis untuk menjadi pusat inovasi dan riset. Pembentukan Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal USK menjadi langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan antara potensi dan realitas. Pusat riset ini didirikan untuk menjadi wadah kolaborasi para akademisi, peneliti, praktisi, dan peternak dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan.