Bireuen — Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal resmi menjalin kerja sama dengan Program Studi Peternakan Universitas Almuslim melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama yang dilaksanakan pada Senin, 25 Juli 2025. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga riset dan institusi pendidikan tinggi dalam pengembangan sektor peternakan, khususnya sapi Aceh dan ternak lokal.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Eka Meutia Sari, MSc selaku perwakilan dari Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal, serta Ir. Koji Al Adam, S.Pt., M.Si sebagai perwakilan dari Program Studi Peternakan Universitas Almuslim. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi berbasis riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi beberapa bidang utama, antara lain pendidikan dan pengajaran, magang dan workshop, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta pendayagunaan teknologi. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dan dosen diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap kegiatan riset terapan, peningkatan kompetensi, serta pemanfaatan inovasi teknologi di bidang peternakan.
Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, kerja sama ini membuka peluang pengayaan kurikulum berbasis riset dan kebutuhan industri peternakan. Sementara itu, program magang dan workshop diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa serta memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Kerja sama ini juga menitikberatkan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peternak lokal melalui transfer pengetahuan dan teknologi. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia dan pendayagunaan teknologi menjadi fokus penting untuk mendorong kemajuan peternakan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, kedua belah pihak optimistis dapat berkontribusi secara nyata dalam penguatan riset, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan sektor peternakan nasional.

